Friday, July 30, 2010

Saya Mahasiswa Arsitektur


ar·chi·tect
n.
1. One who designs and supervises the construction of buildings or other large structures.
2. One that plans or devises

Dulu, saya kira arsitek kerjaannya hanya menerima pesanan dari klien lalu membuatkan desain bangunan yang diinginkan. Arsitek ternyata lebih dari itu. Arsitek harus mengenal klien dengan cukup baik untuk bisa membuatkan desain yang cocok dengan klien itu. Arsitek bukan hanya bekerja dengan otak, tapi juga dengan hati. Pelajaran ini saya dapatkan saat penjenjangan himpunan jurusan saya, IMA Gunadharma.

Arsitektur bukan teknik, tapi juga bukan seni. Arsitektur adalah gabungan dari keduanya. Arsitektur adalah teknik, menawarkan solusi atas masalah, tapi juga dibarengi dengan keindahan, seperti seni.

Saya senang menggambar dan saya pernah bercita-cita menjadi arsitek. Tapi bukan ini yang memotivasi saya untuk memilih SAPPK ITB ketika saya masih SMA. Walaupun begitu, kayaknya saya memang berjodoh dengan Arsitektur. Saya diberikan kesempatan untuk belajar tentang ini di institut terbaik di negara ini. Kesempatan ini akan saya manfaatkan sebaik-baiknya.

Dua minggu lagi saya akan memulai kuliah saya. Saya tidak sabar. Saya tidak sabar untuk belajar menjadi orang yang solutif, berseni, dan bekerja dengan hati. Haha! Doakan saya ya. :)

Saturday, July 24, 2010

Pride & Prejudice (2005)


Saya lupa bagaimana ceritanya saya bisa menonton Pride & Prejudice untuk pertama kalinya jaman saya SMA dulu. Kayaknya sih waktu itu saya lagi iseng beli DVD dan tertarik membeli DVD film ini karena yang main Keira Knightley. Maklum waktu itu Pirates of the Caribbean lagi in banget. Dan saya sering mendengar soal Pride & Prejudice sebelumnya, tapi belum pernah benar-benar tahu bagaimana ceritanya. Akhirnya saya membeli DVD film ini dan menontonnya di rumah. FYI aja, setelah menonton film ini, saya jadi suka sekali sama film-film ber-setting Inggris tahun 1800-an. Saya juga menonton film-film lain yang diadaptasi dari novel-novel Jane Austen seperti Sense and Sensibility, Emma, dan Mansfield Park.

Lanjut. Pride & Prejudice menceritakan tentang Elizabeth Bennet, gadis Inggris dari keluarga menengah ke bawah. Dia anak kedua dari lima bersaudara. Ibunya menuntut dia dan saudara-saudaranya untuk mencari pria kaya sebagai suami agar bisa meningkatkan taraf hidup keluarga mereka. Elizabeth sendiri tidak ingin menikah karena uang, dia ingin menikah karena cinta. Akibatnya, dia jadi tidak akur dengan ibunya. Elizabeth lalu bertemu dengan Mr Darcy, pria kaya yang sedang berlibur ke desa mereka. Elizabeth seketika menganggap Mr Darcy sombong dan egois. Tapi akhirnya pandangan Elizabeth berubah setelah dia mengenal Mr Darcy lebih dekat.

Cerita ini sebenarnya adalah cikal bakal film-film komedi romantis yang banyak dibuat akhir-akhir ini. Sayang sih, saya memang menonton banyak film lain yang terinspirasi dari cerita ini lebih dulu dari versi aslinya, seperti Bridget Jones’s Diary misalnya. Tapi, tetap saja cerita ini terasa lebih spesial. Walaupun, harus saya akui, setelah beberapa kali menonton, alur cerita yang cukup lambat membuat film ini agak membosankan. Tapi, saya ulang, itu setelah beberapa kali menonton.

Yang saya suka dari film ini sebenarnya adalah karakter Elizabeth yang sangat menarik, diperankan dengan brilian oleh Keira Knightley yang mendapat nominasi Oscar untuk Aktris Terbaik tahun itu. Elizabeth punya pemikiran sendiri, tidak sama dengan gadis-gadis Inggris kebanyakan, bahkan tidak sama dengan saudara-saudaranya. Selain itu, dia juga rela membela pemikirannya sendiri dan tidak mau dikekang oleh ibunya. Walaupun, jeleknya, tidak jarang dia berprasangka buruk terhadap orang lain. Dia juga anak kedua dari lima bersaudara, perempuan semua, sama seperti saya juga. Saya jadi mengerti bagaimana posisi dia di rumah dan perasaannya terhadap saudara-saudaranya.

Hal lain yang sangat saya suka dari film ini adalah soundtrack-nya. Soundtrack-nya dibuat oleh Dario Marianelli, juga mendapat nominasi Oscar. Masing-masing lagu dari soundtrack film ini merepresentasikan adegan yang menjadi judul lagu itu. Saking jatuh cintanya dengan soundtrack film ini, saya langsung men-download satu album begitu selesai menonton film ini dan masih sering saya dengarkan sampai sekarang. Saya bisa membayangkan setiap adegan di film ini hanya dengan mendengarkan soundtrack-nya. Serius.

Selain itu, baju-baju jaman dulu yang didesain dengan baik—juga mendapat nominasi Oscar untuk Desain Kostum Terbaik, pesta dansa yang meriah, rumah-rumah megah dan hiasan yang mewah, serta pemandangan pedesaan Inggris yang indah menjadi nilai tambah film ini karena cukup memanjakan mata.

Selain Keira Knightley, semua aktornya juga berperan dengan sangat baik. Jena Malone berhasil memerankan Lydia Bennet yang centil dengan sangat baik, Mr Darcy yang sepertinya berprinsip bicara melalui kelakuan juga diperankan dengan menawan oleh Matthew Macfadyen.

Kekurangan film ini—selain alur ceritanya yang agak lambat—adalah kurang dijelaskannya beberapa adegan yang cukup penting, seperti siapa yang membawa Lydia liburan, siapa dan darimana asalnya pasangan suami-istri yang membawa Elizabeth berjalan-jalan ke rumah Mr Darcy di Pemberley dan bagaimana kelanjutan Lady Catherine de Bourgh yang ingin menikahkan Mr Darcy dengan anaknya. Setelah saya baca di wikipedia, hal ini sepertinya disebabkan karena cerita di novelnya dipotong agar bisa menjadi naskah film selama dua jam. Yah, memang wajar sih, hal ini selalu terjadi setiap novel diadaptasi menjadi film.

Intinya, saya merekomendasikan film ini. Terutama untuk cewek-cewek haus cinta di luar sana. Hahaha. Cerita cinta klasik didukung akting yang baik, setting yang indah, dan soundtrack yang menghanyutkan membuat film ini sangat layak ditonton. Akhir kata, enjoy the movie!

Thursday, July 22, 2010

Inception



Saya sudah cukup lama mendengar desas-desus film Inception yang katanya menarik sekali, trailernya bagus, disutradai Christopher Nolan pula. Makanya begitu filmnya keluar dan anak-anak LFM mengadakan nonton bareng film ini, saya tanpa ragu langsung memutuskan ikut, sampai bela-belain balik ke Bandung dan langsung ke Ciwalk dari travel haha. Dan sungguhlah, saya sama sekali tidak menyesal.

Inception menceritakan tentang extractor terbaik di dunia, Cobb (Leonardo DiCaprio), yang biasa mencuri ide orang melalui mimpi mereka. Kali ini dia mendapat tugas yang maha sulit demi bisa pulang menemui anak-anaknya : menanamkan ide ke pikiran orang lain. Cobb lalu mengumpulkan timnya : Arthur (Joseph Gordon-Levitt), si tidak imajinatif, Ariadne (Ellen Page), mahasiswi arsitek yang jenius, Eames (Tom Hardy), impersonator tingkat dewa, Yusuf (Dileep Rao), ahli kimia, dan terakhir Saito (Ken Watanabe), si pemberi tugas. Mereka lalu masuk ke mimpi dalam mimpi dalam mimpi untuk menyelesaikan tugas itu.

Ekspektasi saya sangat tinggi sebelum menonton film ini, wajarlah Christopher Nolan pernah membuat Memento dan The Dark Knight yang membuat saya speechless lalu histeris saking bagusnya. Dan ekspektasi saya terjawab, bahkan lebih.

Dari pembukaan film yang ga basa-basi, sampai membuat saya mengernyitkan dahi sejenak; sinematografi yang gilak : adegan slow motion saat mereka jatuh dari jembatan, adegan berantem saat hotel jadi upside down; ceritanya yang rumit dan bikin deg-degan sepanjang film; endingnya yang masih diperdebatkan beberapa jam setelah selesai menonton film; aktor-aktrisnya yang sudah terbukti kualitasnya dan memang akting mereka sangat oke di film ini; semuanya membuat film ini amat sangat menarik buat saya.

Tapi yang paling saya suka sih memang ceritanya. Dari idenya yang jenius--siapa sih yang kepikiran bikin film tentang mimpi dalam mimpi, problematika dalam diri Cobb sendiri yang ternyata tak diduga-duga, gaya penceritaannya yang membuat penonton harus menyimpulkan sendiri endingnya. Duh. Jarang lho ada film yang bisa membuat saya tahan konsentrasi dari awal sampai akhir. Jarang ada film yang sebegitu menariknya sampai menghasilkan sebegitu banyak pertanyaan dan benar-benar saya pikirkan jawabannya dengan mengingat-ingat detail film itu, bukan menerimanya begitu saja. Inception salah satunya, atau mungkin satu-satunya? Haha.

Kekurangannya? Hm. Menurut saya karakter Arthur kurang dieksplor. Sampai sekarang saya ga yakin kemampuan apa yang dia miliki sampai dia direkrut sama Cobb, kecuali ya karena dia memang sudah kenal Cobb sejak lama. Sementara, karakter lain sudah mendapat porsi yang pas dan sudah dikembangkan dengan baik. Dari Cobb yang dipenuhi rasa bersalah, sampai Mal yang rada sinting, semuanya oke.

Ah pokoknya kalau suka film yang tidak membosankan, film yang ceritanya beda, film yang membuat anda berpikir setelahnya, tontonlah Inception. Tontonlah sekarang juga, kalau perlu. Saya aja mau nonton lagi kalau bisa haha, sayang kayaknya ga punya waktu lagi heu.

Sudah ya, begitu saja. Enjoy the movie!

Sunday, July 11, 2010

Iseng


Iseng ikutan photoshoot yang diadakan Cebi, Kabid Fotografi LFM, kemaren pagi di Lapangan LFM. Modelnya Ajeng Larasati dan Serra Fionalita. Temanya ga tau haha, konsepnya yang bikin Cebi, gue cuma nebeng aja. Ini dua foto yang gue rasa paling bagus yang gue ambil. Selamat menikmati! Cheers!

Jenuh

Liburan ini saya belajar menghargai waktu. Saat semua orang menikmati waktu liburnya dengan bersantai di rumah atau di manapun, saya stuck di Bandung karena dua kegiatan yang saya jalani berbarengan, yang melahap semua waktu yang saya punya.

Ya ga apa-apa, sih, saya cukup menikmatinya kok. Tapi, ada saat-saat dimana saya merasa badan saya super remuk dan saya cuma pingin pulang ke rumah, hanya untuk tidur sejenak. Atau saya cuma pingin jalan-jalan ke mall, menghabiskan dua jam di dalam bioskop untuk dibawa pergi dari realita. Saat ini saya sedang merasa begitu.

Saya jenuh. Sudah 18 hari saya menjalani dua kegiatan ini berbarengan tanpa istirahat satu hari pun. Capek hati, capek badan, capek pikiran. Saya tidak ingin berhenti, bukan. Saya cuma ingin istirahat, lari dari rutinitas, sebentar saja.

Saya pingin nonton Eclipse, untuk bahan ketawaan. Saya pingin belanja. Saya pingin bersenang-senang tanpa beban. Kapan, ya?

Thursday, July 8, 2010

Golden Sky


Oleh-oleh dari Karimun Jawa.
 

blogger templates | Make Money Online