Saturday, May 29, 2010

Ikhlas

Saat suatu kejadian buruk menimpa kita, memang kita cenderung menyalahkan orang lain, menyalahkan keadaan. Kita akan memikirkannya terus menerus, memikirkan setiap detail kecil yang berhubungan dengan kejadian itu. Sampai akhirnya kita sadar. Mungkin kita juga ikut andil dalam kejadian itu. Mungkin kita melakukan sesuatu hal yang menyebabkan kejadian itu terjadi. Mungkin, kita juga salah.

Dan saat itu terjadi, akhirnya kita bisa tertawa lega dan mengikhlaskan semuanya. Terima kasih, Anissa Yuniashaesa, sudah menyadarkan saya. Memang saya belum benar-benar ikhlas, tapi saya semakin dekat ke sana. Doakan saya.

P.S. Wah jarang-jarang saya menulis di sini 3 hari berturut-turut. Mungkin karena sekarang saya sudah libur. Well, kalau begitu, siap-siap saja dengan bombardir posting dari saya haha. See ya, folks!

Friday, May 28, 2010

Sunrise




Ini hanya foto-foto iseng yang diambil saat sunrise, masih saat liburan saya kemarin bersama teman-teman sekelas saya. Jaket saya bagus ya, BTW, haha. Jaket itu saya beli di Pasar Gedebage, beberapa bulan yang lalu. Foto diambil oleh Krisna.

Thursday, May 27, 2010

Reflection




Saya dan anak-anak kelas SAPPK 01 berlibur ke Lembang, menginap di villa dan bermain selama dua hari di sana. Dua foto ini hasil ide Nunu, teman sekelas saya, juga sesama kruba LFM yang senang bermain dengan refleksi yang dihasilkan kolam ikan di sebelah villa yang kami tinggali kemarin.

Di sebelah saya, di foto sebelah atas, adalah Ghina, teman sekelas saya, sesama kruba LFM juga, foto diambil oleh Nunu. Lalu foto di bawah, ada tambahan Nunu di kiri saya, foto diambil oleh Krisna.

Oh dan saya cukup senang dengan outfit yang saya kenakan. Saya mengenakan, hmm apa ya sebutannya, luaran Zara biru terang, atasan ungu yang dibeli di Pasar Senen, dan jeans Lee Cooper.

Friday, May 21, 2010

2 Days in Paris (2007)

Sebelum membaca review di bawah ini, saya harus memperingatkan anda kalau tulisan di bawah mungkin akan sangat subjektif, hahaha.



Film ini menceritakan hubungan Marion dan Jack, dua tokoh utama film ini yang sudah berpacaran selama dua tahun, diperankan oleh Julie Delpy dan Adam Goldberg. Hubungan Marion dan Jack diuji saat mereka singgah di Paris selama dua hari sebelum kembali dari liburan mereka di Venice ke tempat tinggal mereka di New York. Mulai dari perbedaan bahasa dan kebudayaan mereka (Marion memang asli dari Paris, sementara Jack berasal dari Amerika) sampai ketidaknyamanan Jack yang timbul setelah melihat Marion yang masih dekat dengan beberapa mantan pacarnya.

Julie Delpy adalah alasan saya menonton film ini. Saya memang penggemar berat dua filmnya sebelumnya, Before Sunrise dan Before Sunset yang menurut saya sangat brilian. 2 Days in Paris ternyata tidak berbeda jauh dengan dua film Julie Delpy sebelumnya. BTW, saat saya menonton film ini saya merasa wajah Adam Goldberg sangat familiar, ternyata dia ada di Dazed and Confused (1993), salah satu dari sedikit film yang tidak pernah bosan saya tonton.

Film ini dibangun dari dialog-dialog yang cerdas dan ceritanya mengalir bersamanya. Mungkin kebanyakan orang akan bosan dengan film ini karena plotnya seakan tidak jelas, tapi menurut saya justru di situ indahnya. Ceritanya jadi sulit untuk ditebak dan penonton harus fokus seratus persen dengan film ini untuk mendengar dialognya baik-baik agar bisa mengerti film ini sepenuhnya. Oh, saya cinta sekali film seperti ini.

Selain itu juga, saya merasa mendapat beberapa pelajaran dari hubungan Marion dan Jack. Dua orang yang sudah berhubungan sebegitu dekatnya selama dua tahun bahkan bisa merasa tidak tahu apa-apa tentang satu sama lain. Sedih ya. Kita tidak akan bisa benar-benar kenal satu orang kalau cuma melihat dia di satu lingkungan. Seperti Jack yang merasa tidak kenal dengan Marion setelah melihat Marion di Paris, di lingkungan yang berbeda dengan yang biasa dia lihat.

Saya sangat merekomendasikan film ini. Kalau anda suka film cinta yang tidak cheesy dan menye-menye, film ini adalah film yang wajib anda tonton.

Friday, May 14, 2010

Apology

Saya orangnya emosional. Saya gampang marah. Karena saya impulsif, saya sering melakukan hal yang aneh-aneh kalau marah, tanpa dipikir panjang. Seringnya sih, saya menyesal dengan kelakuan saya yang menyebalkan itu. Perkataan yang kurang enak misalnya, sering terlontar kalau saya lagi marah. Kalau saya bilang langsung ke orangnya mungkin ga jadi masalah, saya bisa langsung minta maaf ke orangnya setelah marah saya hilang. Yang jadi masalah kalau saya ga bisa bilang langsung ke orangnya dan akhirnya mencari pelampiasan. Di twitter misalnya.

Saya sering lupa semua orang bisa membaca tweet saya yang suka asal itu. Saya ulang, semua orang. Semua manusia di dunia ini yang bisa membaca, mengerti bahasa Indonesia, dan menjangkau internet. Dan saya secara asal melampiaskan kemarahan saya, menjelekkan orang lain di twitter, tanpa memikirkan akibatnya. Akhirnya ada yang jadi korban dan sampai sekarang saya masih ga enak sama dia.

Sesalah apapun dia sama saya, tidak ada satu alasan apapun yang membenarkan saya untuk menyebarkan kejelekan dia di tempat umum begitu. Karena seperti
yang dia bilang : "Pandangan orang sekampung ga bisa diubah, itulah kenapa 'pencemaran nama baik' ada pidananya.".

Maaf ya. Sumpah, saya ga enak banget. Dan bagi orang lain yang secara sengaja atau tidak pernah saya sakiti dengan omongan saya di media manapun, saya minta maaf. Saya menyesal. Ga lagi-lagi deh saya kayak gini. Maaf ya.

Tuesday, May 11, 2010

Friday, May 7, 2010

Ambisi

Saya kembali berada di situasi yang mengharuskan saya menentukan pilihan yang akan menentukan jalan hidup saya nantinya. Saya sudah ada di akhir TPB dan akan dijuruskan ke prodi Arsitektur atau Planologi.

Masalahnya, saya tidak yakin saya menginginkan keduanya. Ini tragis sebenarnya. Saya menyingkirkan kira-kira 15 orang untuk masuk ke SAPPK. Di antara orang-orang yang saya singkirkan itu mungkin ada yang bercita-cita jadi arsitek dari kecil atau sudah membayangkan akan jadi planner yang hebat, sementara saya? Saya tidak tahu apa yang saya inginkan.

Sungguh, saya selalu iri dengan orang yang punya ambisi. Ambisi adalah penggerak hidup, hal yang ingin dicapai dalam hidup. Saya hidup dan saya tidak punya ambisi. Well, belum. Karena tidak punya ambisi itulah, hidup saya mengalir bagai air sampai sekarang dan sungguh itu ga enak. Hidup jadi kurang exciting, tidak menantang, dan datar-datar saja. Ini menyedihkan, tapi begitulah yang saya rasakan.

Jangan salah sangka, saya bahagia dan bersyukur bisa kuliah di ITB. Saya juga merasa sifat saya sangat cocok dengan kedua prodi yang ada di SAPPK. Kalau bisa sih, saya tidak mau pindah dari sini. Kalau bisa, saya mau tetap di sini sampai saya diwisuda nanti di Sabuga.

Saya ingin belajar menyukai prodi apapun yang saya dapat nanti. Saya orangnya gampang jatuh cinta dan susah lepas, kok. Mudah-mudahan affair saya sama prodi saya nantinya berlangsung selamanya, sepanjang hidup saya. Doakan saya ya.

 

blogger templates | Make Money Online